Pembangunan Jalan Betonisasi Perum Graha Pasar Kemis di duga kuat Mark- Up. Anggaran.

31/08/2022 08:55
Array
banner-single

Liputan45.com Tangerang,diduga kuat negara dirugikan dengan adanya kegiatan proyek jalan betonisasi di perum graha pasar kemis, desa pasar kemis, kecamatan pasar kemis.

Pasalnya proyek yang di anggarkan pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Bina Marga Dan Sumber Daya Air Rp 98.862.000 dinilai asal jadi oleh sejumlah pihak.

Proyek yang dikerjakan oleh CV Mandiri Jaya Cipta patut dipertanyakan. Pantauan wartawan dilokasi kegiatan pembangunan jalan, jelas terlihat, diduga ada titik area yang sengaja dibuat untuk tempat cek coring pada saat pihak instansi terkait melakukan cek hasil pekerjaan di lokasi.

Bila ditelisik lebih mendalam, ukuran ketebalan badan jalan yang akan di bangun dengan betonisasi harus sesuai dengan lebar papan bagestin. Namun pantauan wartawan dilokasi kegiatan mendapatkan hal yang sangat mencengangkan.

Lebar bagestin 15 centi meter. Namun bagestin tersebut di duga di pendam. Nampak terlihat sebelum pemasangan papan bagestin, area lahan tempat pemasangan bagestin di gali terlebih dahulu. Sehingga jelas terlihat bagestin terpendam.

Hal tersebut di perkuat dugaan hasil ukur pada badan jalan sebelum adukanmaterial cor betonisasi di tuang untuk pembangunan jalan.

Mengetahui hal tersebut membuat Saniman angkat bicara, “pemasangan bagestin yang benar ada di atas agregat / batu split. Karena ketebalan material cor beton di ukur berdasarkan lebar papan bagestin” kata Saniman

Sangat mencengangkan, ketika proyek jalan Perum Graha Pasar Kemis di ukur, ketebalannya ada 9 centi meter, 11 centi meter, “padahal bagestin 15 centi meter” kata Saniman geram.

Di tempat terpisah, Ketua LSM AJB, Rustam Efendi SH.MH. kepada wartawan mengatakan, “proyek jalan tersebut harus sesuai dengan RAB nya, agar kualitasnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang” kata Rustam.

“Lapis Pondasi Bawah (LPB) atau agregat atau beskos harus rata, karena LPB sebagai penstabil keseimbangan ketahanan dasar proyek betonisasi” terang Rustam yang sangat berpengalaman dalam konstruksi bangunan.

Dugaan minimnya LPB dan kurangnya ketebalan material cor betonisasi dari hasil ukur wartawan, patut diduga anggarannya di korupsi” kata Rustam lagi.

Lebih jauh Rustam mengatakan, “dengan ini kami meminta dengan tegas kepada pihak pihak dari Dinas atau PPTK nya untuk meninjau kembali progres pekerjaan pada kegiatan tersebut” tegas Rustam.

“Dalam waktu dekat akan saya laporkan ke Inspektorat” kata Rustam. (Abi)

Rekomendasi Anda

BANNER-ATAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkini Lainnya